Diantara keistimewaan ‘Ali bin Abi Thalib radhiyaLlahu anhu adalah doa untuk beliau ada tambahan -biasanya- “karomaLlahu wajhahu” (semoga Alloh memuliakan dirinya). Menurut para ‘ulama ahlussunnah, ini dikarenakan beliau diberikan amanah untuk memimpin kaum mukminin justru pada saat-saat dimana fitnah begitu besar, dan ujian yang beliau hadapi sangat pelik. Maka doa “karomaLlahu wajhah” (semoga Alloh memuliakan beliau) adalah bagian ketika itu dari “tadzkiyah” yang dilakukan oleh para ‘ulama kita untuk membersihkan nama beliau yang kemudian di kalangan orang-orang khawarij yang sangat membenci beliau kemudian begitu dijelek-jelekkan. Ataupun di kalangan firqoh-firqoh yang menyimpang yang lain, yang kemudian begitu beragamnya pandangan tentang beliau, maka digunakanlah doa “karomaLlahu wajhah” ini.
Ada riwayat (yang tidak shahih) mengenai kata-kata “karomaLlahu wajhah” ini, kalau di sebagian kalangan yang akrab dengan buku-buku yang cenderung kepada syi’ah, ada ungkapan bahwa kalimat “karomaLlahu wajhah” ini dikarenakan beliau radhiyaLlahu anhu; diantara kebiasaan beliau yang sangat luar biasa diantaranya adalah tidak pernah memandang ke arah kemaluannya. Maka disebutkan “karomaLlahu wajhah” supaya semoga Alloh memuliakan wajahnya. Karena kemudian wajahnya ini bahkan untuk melihat kemaluannya sendiri pun, tidak. Namun riwayat ini tidak dapat dipertanggung-jawabkan tentang keshahihannya. WaLlahu a’lam bish showab.
Karena secara umum, hal itu -memandang ke arah kemaluan- bukan hal yang terlarang. Jadi, bagian dari ketidak-shahihannya adalah kalau bukan hal yang terlarang, maka hal-hal semacam itu bisa saja adalah riwayat-riwayat yang disisipkan yang kemudian menjadikan syubhat di dalam agama.
WaLlahu a’lam bish showab.
*goresan pena saat Kajian Rutin Pengganti Halaqoh Pagi Hari (KRPH) @Masjid Mardhiyyah oleh Ustadz Salim Akhukum Fillah kala membahas shahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiyaLlahu anhu

Syah alfaraby
22 Juni 2011 at 00:24
karomaLlahu wajhahu
sungguh, jika khalifah ke4 umat Islam ini melihat kondisi saat ini pasti ia akan bersedih bila pengikut”nya sekarang telah menyimpang jauh dari ajarannya terdahulu
kicau kata
24 Juni 2011 at 21:47
Usah pesimis. Senantiasalah berpegang teguh pada Qur’an dan Sunnah.
Dan tetaplah mengabdi, berkarya, berkorban. Hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Fonega
23 Juni 2011 at 05:46
kicau kata
24 Juni 2011 at 21:48
vittayuni
23 Juni 2011 at 19:18
Makasih, semoga ilmunya bermanfaat untuk banyak sahabat…..
kicau kata
24 Juni 2011 at 21:54
Amiin. AlhamduliLlah. Mari berbagi.
dhila13
28 Juni 2011 at 11:14
saya pernah mendengar kisah ini sebelumnya…
phiy
5 Juli 2011 at 15:17
aku pernah denger soal tidak memandang kemaluan, tapi baru tau soal do’a ini. Trims infonya
Roseenmai
13 Agustus 2011 at 15:04
subhanallah