Sahabat, sesungguhnya tidak akan tahu kedudukan seorang ibu, kecuali adalah seorang wanita. Seorang wanita yang akan mengerti kedudukan ibu. Di bawah ini sebuah surat yang ditulis oleh seorang wanita pada hari ia melahirkan anak pertamanya di rumah sakit. Lihatlah bagaimana ia baru memiliki seorang ibu. Maka ia berkata dalam suratnya tersebut:
Ibu…!
Saat ini aku sungguh mencintaimu.
Aku sungguh mencintaimu.
Cinta yang tidak pernah kurasakan sebelumnya dalam kehidupanku.
Untuk pertama kalinya dalam kehidupan
bahwa segala sesuatu di sekelilingku dipenuhi dengan perasaan cinta yang baru ini.
Semua yang ada di dalam diri terasa berguncang hebat.
Sungguh! sekarang ini aku selalu mencintaimu wahai ibu.
Akan tetapi, aku tidak pernah memahami hakikat cinta itu dengan sebenarnya kecuali pada hari ini.
Sebuah keganjilan dari perasaan ini meliputiku pada saat ini.
Setelah bertahun-tahun berlalu hidup di sampingmu.
Sebagaimana tumbuhnya seorang gadis bersama ibunya.
Sepanjang umurku aku melihat belaian cintamu
dan merasakan desatan kasih sayangmu.
Semenjak aku bayi mungil,
gadis kecil,
hingga aku sekarang dewasa,
yang telah siap bertemu dengan dunia yang jauh dari rumah orangtuanya dan kerabatnya.
Selama itu aku selalu heran.
Setiap kali aku melihat kasih sayangmu kepada kami,
pengorbananmu terhadap kami anak-anakmu.
Sehingga aku bertanya-tanya,
dari jenis manusia apa?
Seseorang yang tidak pernah ragu satu kalipun untuk memberikan kehidupannya
dan semua yang ia miliki untuk kami dalam rangka kebahagiaan kami.
Manusia apa? Yang sepanjang umurku aku memanggilnya dengan ibu.
Dari bahan apa ia diciptakan?
Dan dari hati yang mana ia diciptakan?
Hati yang tidak pernah mengenal kecuali kasih sayang kepada anak-anaknya.
Yang keluar dari perutnya tersebut.
Bersamaan dengan tangis bayi baruku wahai ibu.
Baru aku mengetahui.
Bersamaan dengan tangis bayi baruku.
Baru aku sadar.
Dari tawa bayiku wahai ibu.
Baru aku belajar.
Bersama nafasnya yang hangat lagi wangi ketika aku memeluknya di pangkuanku.
Baru aku mendapatkan jawaban.
Baru aku memperoleh jawaban yang selama ini membingungkanku.
Setiap kali melhat wajahmu.
Atau aku memperhatikan kedua matamu.
Sekarang aku baru mengetahui hakikat-hakikatnya.
Hari ini baru aku mengetahui tentang hakikat seorang ibu, wahai ibu!
Karena aku telah menjadi ibu dari bayi mungilku.
Sekarang aku melihat diriku berperan.
Aku melihat semua kehidupanku semenjak aku datang.
Kedalam kehidupan dunia hingga aku dewasa.
Menikah sampai Alloh menganugerahkan bayi mungil lagi cantik ini.
Ibu… proses melahirkan sangat berat bagiku.
Aku benar-benar merasa tersiksa.
Aku berharap sekiranya engkau datang untuk berada di sebelahku
pada detik-detik yang ditunggu oleh setiap ibu.
Akan tetapi aku mengerti keadaanmu.
Aku mengetahui kesibukanmu dalam mengurusi rumah tangga.
Aku telah rasakan sakitnya melahirkan.
Sekarang aku tidak lagi merasakan, kecuali detak jantungku yang dipenuhi cinta
dan kasih sayang yang memenuhi kehidupan baruku.
Aku melihat bayiku dibawa oleh suster
dan meletakkannya di sampingku.
Aku perhatikan bayiku.
Aku tatap mahkluk kecil ini.
Yang selama sembilan bulan penuh aku bawa dalam perutku.
Aku duduk bersamanya dan untuknya.
Makan dengan takaran,
tidur dengan hati-hati,
bergerak dengan hati-hati.
Seakan-akan aku membawa sesuatu yang paling berharga dari harta karun dunia.
Dialah kehidupan baruku wahai ibu.
Dialah kehidupanku, jiwaku, dan semua yang aku miliki.
Dialah putriku.
Alangkah indahnya gambaran kehidupan yang selalu berulang.
Sambutlah kecupanku dan kecupan si kecil cucumu.
Surat ini dibuat oleh seseorang yang baru mengetahui tentang kedudukan ibunya setelah ia melahirkan. Bagaimana kasih sayang ibunya selama ini, ia tidak mengenalnya. Dia tidak tahu bagaimana bisa seorang yang lemah, ia bekerja tanpa pamrih. Ia berbuat, ia beramal, ia bekerja.
Dan untuk ibuku…
Ibu…aku sungguh mencintaimu. Maafkanlah putramu ini wahai ibu.
Kan kutunaikan amanahku di kota pelajar ini
Segera!

Rindu
18 April 2009 at 22:57
Ya ALLAH sampaikan salam saya untuk Ibu, bangunkan syurga di syurgaMu ya ALLAH, terangkan kuburnya wahai Rabb dan katakan padanya bahwa saya sangat merindukannya
salam untuk Ibu dari saya ya mas …
easy
19 April 2009 at 01:15
sosok yang begitu mulia adalah Ibu..
aku mencintai Beliau teramat sangat…
jase
19 April 2009 at 09:57
saya sayang ibu saya
daiz mubarok
13 Desember 2009 at 17:18
amiiin
semoga ibu terus membimbimg ke jalan yang diridhoi Allah swt
fachri
19 April 2009 at 23:17
Ya Allah peliharalah rasa cintaku pada Ibuku
ulfiarahmi
20 April 2009 at 12:46
beberapa waktu yang lalu saya juga mendapati hal yang sama. Teman lama saya (cowok jg), baru ingat dan sadar betapa besarnya kasih sayang seorang ibu setelah dia menyaksikan sendiri istrinya melawan kematian itu.
mungkin juga belum terlambat untuk meminta maaf pada ang ibu. Buat teman terbaikku, mudahan kau diberikan yang terbaik
Ageleng
21 April 2009 at 21:12
Sngguh post yg mnyntuh. .
Lam knal
nenyok
22 April 2009 at 00:48
Salam
I love my Mom…
yanti/ mama Aini
22 April 2009 at 05:46
Bagi ibu-ibu… sebenarnya… ada hal penting yang sebaiknya diingatkan.. dalam hidup ada saat-saat dimana seorang anak akan “menilai” arti ibu bagi dirinya… berbahagialah… ibu-ibu yang saat penilaian dinyatakan lulus.. oleh sang anak, dengan predikat pantas dihargai sebagai ibu..(seperti dalam surat ini) sedang yang tidak…. sebaiknya segera instrospeksi.. dan merubah diri… karena cinta anak kepada ibu lahiiirrr dengan tulus tidak dapat durekayasa.. ataupun dipaksa….
Selamat hari Kartini… (Eh… atau.. sebaiknya selamat hari Ibu ya…. *setelah baca surat ini*.. he he he)
mahardhika
22 April 2009 at 08:59
i love my mom to…
kasih sayang ibu sepanjang jalan, kasih sayang anak sepanjang galah… semoga aku jadi anak yg berbakti pd agama. bangsa, dan kedua orang tuaku, AMIN
cupu
22 April 2009 at 10:14
i love my mom ”
maafkan aku ibu…
mungkin selama ini aku belum bisa ngebahagin ibu
i love my mom ” i love my mom ” i love my mom ”
” surga di atas telapak kaki ibu.. “
Insan
22 April 2009 at 12:36
^_^ Salam…
Saya kok jadi ingin pulang ya…
Ibu adalah sebuah jelmaan dari dua nama Allah “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim”. Dua kata yang memadan dan semburatnya menghujam dalam batin seorang perempuan lemah yang sering kita panggil “ibu”. Tak pernah akan terlahir seorang yang bernama “Insan” jika tak hadir kasih-sayang dalam hatinya. Rasa yang membuatnya ridha menahan berat yang kian bertambah berbulan-bulan. Menyiksa dan membebaninya. Membuatnya sulit berbaring, sulit melangkah. Rasa yang membuatnya ridha menahan perih, bersimbah keringat dan darah, mengadu nyawa menjadi jalan kebahagiaan seorang “insan” yang belum tentu dapat membahagiakannya.
Itulah rasa yang dikaruniakan Allah dalam hati seorang ibu. Rasa “kasih dan sayang” dari zat yang tak berujung ke-Rahman-an dan ke-Rahim-an nya.
Alhamdulillah ya Allah…. untuk karunia kasih sayangMu yang Engkau berikan kepada kami, yang Engkau tampakkan dalam wujud seorang perempuan yang kami panggil “ibu”
Itmam
22 April 2009 at 12:46
setiap mendengar kata ibu.. aku selalu tertegun,, betapa kasihnya tak pernah putus untuk buah hatinya
yoan
22 April 2009 at 18:00
ibu…
cuma kangen…
*semogabisaketemulagidenganbeliaudisurgaALLAHnanti*
wanti annurria
22 April 2009 at 23:01
semoga belum terlambat wkt tuk menyadarinya…
betapa keberadaannya disisi ini teramat penting,,
semoga ku bisa membahagiakan mu selalu ibuku…
sunarnosahlan
23 April 2009 at 07:22
salam baktiku selalu untukmu ibu
tie2n
23 April 2009 at 10:02
ibu…ibu..maafkan anakmu ibu..tnpa sadr,tnpa sgja sering menyakitimu htimu…
aq syang ibu…*pinin nangis*
salam kenal,,,,
siwi
23 April 2009 at 11:13
Yup, i love u my mommy too..
siwi
23 April 2009 at 11:13
Yup, i love my mommy too..
geulist133
23 April 2009 at 11:49
Ben seveceksiniz.
shofiyah
24 April 2009 at 06:14
hmmmm…..
Speechless….
tanpamu apa jadinya aku ibu…..
al jannatu aqdamu ala ummahat
shofiyah
27 April 2009 at 08:31
komentkuw ga dibales?????
*pulang dengan wajah sedih*
shofiyah
1 Mei 2009 at 08:25
jazakallahkhayr dah bales koment nya…..
*pulang dengan wajah ceria ^_^
Murid Baru
25 April 2009 at 07:18
Ibu, ibu, ibu… kasihnya memang mengagumkan… tak heran ia dipuja, kendatipun kadangkala saya mencintainya sekadar melalui kata-kata, bunga, dan niat. Semoga ibu mendapatkan kasih kita selayaknya… Salam hangat
kholilah
25 April 2009 at 10:16
Malaikat yang dikirimkan ALLOH, bagi semua hamba yg dilahirkan ke dunia…
Satu kata yang sering disebut dalam hitungan detik, menit, dan jam…
“IBU”
abindut
25 April 2009 at 12:14
Ibu adalah sosok mahluk yang begitu agung bagi saya, Seorang wanita yang paling saya hormati dan cintai dimuka bumi ini, tanpa kasih sayangnya dan jerih payahnya, saya bukanlah apa-apa, beliau yang mengajarkan saya tentang kebaikan…
I love you mom… Sampai kapanpun..
geulist133
27 April 2009 at 18:08
aku suka itu.
bagus mas, berarti
mahfuzhoh
28 April 2009 at 19:30
ana juga pernah post ttg ibuuuuuuu
Memang beliau itu sungguhluar biasa
Setujuuu ???
nhy
5 September 2009 at 14:36
maa..
kngeend…
mga saya bisa ktuma m mama….
d alam sana…
tuhaan terangi jln mama saya…
engkaudanaku
7 September 2009 at 11:02
Ibu…..,


tak terungkap kata-kata termanis untukmu,
tak terbendung airmata rindu untukmu,
dalam doa-doa terindah kita bertemu ya Bu….,
Aku sayang Ibu 4eveR,
Salam untuk Ibu,
anchy
17 Desember 2009 at 16:33
ibu …..
Q sangat merindukan kasih sayangmu,,,,,
Q sangat iri dengan teman yang masih memiliki seso2k ibu yang bisa mencintainya
knapa begitu cepat kau meninggalkanQ …….
begitu cepat waktu berlalu tanpa kusadari klau ternyata saat ini ibu tersayang sudah g ada disampingQ, yang setia menemaniku n setia mendengarkan curahan hatiku …..
hanya doa yang bisa Q panjatkan untukmu ibu dan papaQ yang mudah2n tenang dialam sana ….
skr Q hanya bisa merindukan kalian …..
impianmu yang dulunya ibu pengen melihat anaknya tumbuh dewasa dan berhasil kini berangsur2 menjadi kenyataan………
I LOVE U MY MOTHER N MY FATHER
Roseenmai
13 Agustus 2011 at 15:24
Ibu adalah permata dunia dan akhirat. Kasihnya tak harap balas. Cinta sesungguhnya adalah cinta ibu kepada anak. Aku cinta kamu karena Allah mama
are tan
24 November 2012 at 13:02
surga terletak dibawah kaki ibu… ibu kaulah segalanya d dunia dan akhirat…
Chaca Ummi Ashzahra
2 Desember 2012 at 08:29
bunda,, slama kau msh ad, aq akn sllu stia mnjaga mu Bu,,, bgtu bruntungx aq msih memiliki mu, Bu……….. I Luv U Mom………..
Deanna
22 April 2013 at 04:45
Thanks a lot for sharing this with all folks you actually recognise what you’re speaking about! Bookmarked. Please additionally seek advice from my web site =). We may have a link trade agreement between us